Tambang Emas Di Minahasa Utara


Kimia Tambang Emas
 

Kegiatan pertambangan emas tersebar di seluruh wilayah yang ada di Indonesia diantaranya adalah tambang emas Minahasa Utara yakni provinsi dari Manado. Tanah yang terhampar luas di Minahasa Utara dipenuhi emas yang sangat menjanjikan bagi para penambang untuk meraup penghasilan tinggi. Pertambangan emas di Minahasa Utara mulai dibuka sejak tahun 1998, lokasi dari tambang emas rakyat ini berada di desa Telu, Minahasa Utara dan sampai saat ini pertambangan emas masih beroperasi seperti sedia kala. Ada sekitar ribuan penambang mengadu nasibnya untuk mencari emas.

 

Hasil dari tambang emas di Minahasa Utara yang lebih tepatnya di provinsi Manado, proses pengolahan emasnya melalui mesin tromol atau disebut juga dengan mesin penggilingan batu yang mengandung emas. Mesin tersebut digerakkan dengan tenaga diesel dan digabungkan dengan mesin penumbuk untuk menghancurkan batu rep. Batu rep adalah sebutan dari penambang untuk batu yang mengandung emas dan batu rep inilah yang diambil dari lubang tambang.

 

Proses awal dari pengolahan emas ini  adalah dengan memisahkan emas dari material lain dengan menghancurkan batu rep dengan menggunakan mesin penumbuk. Kemudian batu rep halus dimasukkan ke tromol untuk digiling bersama takaran air perak / air merkuri. satu mesin tromol biasanya diisi dengan 1 ons air perak / air raksa.Dalam waktu 3 jam batu rep digiling halus dan proses pengolahannya dilakukan berulangkali, sampai merkuri dapat menangkap emas.

 

Kunci utama dari proses pengolahan ini adalah air merkuri / air perak guna memisahkan emas dari material lainnya. Setelah itu, hasil yang digiling tadi kemudian diremas dengan kain barulah kelihatan hasilnya. Sisa ampas dari hasil olahan di buang ke bak penampung. Tidak sampai disitu saja prosesnya, ampas sisa olahan bisa diolah kembali dengan menggunakan sianida.

 

Pandangan orang melihat emas memiliki perbedaan antara penambang dengan masyarakat awam pada umumnya. Menurut masyarakat biasa melihat hasil dari tambang emas tersebut berwarna perak, memiliki tekstur rapuh saat disentuh, seperti kertas timah pembungkus rokok. Hal itu disebabkan oleh emas tersebut belum diolah lebih lanjut. Jika sudah diolah maka akan muncul emas yang pada umumnya kita lihat yakni berupa perhiasan. Yang mana proses pengolahannya dibakar hingga berwarna emas.

 

Kemudian emas tersebut barulah dijual untuk memperoleh hasilnya. Apabila penambang menghasilkan kandungan emas yang banyak maka keuntungan yang didapat banyak pula dan menambang emas merupakan kerja yang cepat dan hasilnya pun cepat.

 

Biasanya penambang emas masuk lubang pada malam hari, pagi harinya membawa hasil tambang emas yang didapat yang kemudian diolah terlebih dahulu dan siang harinya sudah ada hasil yakni nilai jual tambang emas. Penghasilan dari tambang emas sangat menjanjikan bagi para penambang dan kegiatan pertambangan emas ini banyak orang yang beralih profesi dengan memilih menambang emas daripada pekerjaan yang biasanya dilakukan. Tambang emas sangat cepat dan tidak memakan waktu yang lama dalam proses awal pengambilan sampai proses akhir menjadi emas, hingga menghasilkan keuntungan yang banyak.


Leave a Reply